
PEMAIN sayap Persija Jakarta, Witan Sulaeman, menyatakan antusiasme tinggi menyusul penunjukan Shin Tae Yong sebagai pelatih kepala baru tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Pelatih asal Korea Selatan itu dilaporkan telah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun untuk memimpin Persija mulai musim depan.
Witan, yang merupakan salah satu pemain kunci di bawah asuhan Shin selama lima tahun di Timnas Indonesia, mengaku tidak sabar untuk kembali bekerja sama di level klub. Perbedaan intensitas antara timnas dan klub menjadi salah satu hal yang paling dinantikannya.
“Sangat antusias dengan kehadiran coach Shin Tae-yong di Persija. Saya tahu di timnas dan Persija nanti berbeda karena di timnas kami kumpulnya hanya per turnamen,” ujar Witan dalam acara Meet & Greet di Jakarta Fair Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (1/7).
Reuni Andalan Lini Serang Garuda
Hubungan profesional antara Witan dan Shin Tae Yong telah terjalin sejak 2020. Witan mencatatkan debutnya di timnas senior pada Mei 2021 saat laga persahabatan melawan timnas Oman di usia 19 tahun. Sejak saat itu, pemain yang kini berusia 24 tahun tersebut selalu menjadi tumpuan utama lini serang Garuda.
Berdasarkan data performa di bawah asuhan Shin Tae-yong, Witan telah mencatatkan statistik yang impresif:
| Kategori | Statistik |
|---|---|
| Total Penampilan (Caps) | 46 |
| Gol | 9 |
| Assist | 8 |
Target Juara untuk Ulang Tahun Jakarta
Kompetisi liga elite Indonesia dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September mendatang. Witan menyadari bahwa bekerja di bawah arahan Shin dalam satu musim penuh akan menuntut fisik dan mental yang kuat, namun ia optimistis hal tersebut akan membawa dampak positif bagi Persija.
“Kalau di Persija kami akan melakukan latihan yang sangat panjang, satu musim yang panjang. Tapi, saya sangat menantikan latihan bersama Shin Tae Yong. Semoga kami bisa sukses bersama coach Shin,” tambah pemain yang terakhir kali membela Garuda saat melawan Jepang pada November 2024 itu.
Lebih lanjut, Witan berharap kehadiran pelatih berusia 57 tahun itu mampu mengakhiri puasa gelar Persija. Ia menargetkan trofi juara sebagai kado spesial bagi kota Jakarta yang akan merayakan hari jadi ke-500.
“Saya sebagai pemain harapannya ya pasti ingin menunjukkan yang terbaik untuk Persija Jakarta di musim depan. Dan ya semoga kita pemain dan pelatih, ofisial semua bisa memberikan kado juara untuk ulang tahun Jakarta,” pungkasnya.
